Sabtu, 02 Juli 2011

Pemeriksaan Makroskopis Analisis Semen

a. Koagulum (gumpalan) diperiksa secara visual biasa. Koagulum tidak akan tampak bila proses likwifaksi (“pencairan”) telah berjalan sempurna.
b. Bau semen diperiksa dengan indra olfaktorik. Bau semen adalah spesifik/khas, menyerupai bau larutan encer hipokhlorit.
c. Tuangkan seluruh sampel kedalam gelas ukur berkalibrasi, catat tinggi meniskus dengan ketentuan 0,1 ml
d. Warna/kekeruhan diperiksa secara visual biasa dengan bantuan latar belakang putih dan hitam. Normal akan tampak agak keruh-keabuan.
e. Dengan batang gelas, aduk merata sampel tersebut dan teteskan pada kertas pH seluas 1 x 1 (cm2). Tentukan pH-nya dengan kertas warna pembanding.
f. Viskositas
- Sampel yang telah homogen dihisap dengan pipet khusus (metode Eliasson) sampai angka 0,1
- Tutup ujung atas pipet dengan jari dengan posisi vertikal dari tersebut dilepas serentak stop-watch dihidupkan
- Pada tetesan pertama stop-watch dihentikan
- Catat waktu yang dibutuhkan untuk penetesan tersebut.

Bersihkan pipet yg selesai dipakai dengan cara sebagai berikut :
- Hisap asam asetat encer sampai pipet penuh
- Bilas berulang-ulang dengan aquadest (hisap-tiup)
- Selanjutnya bilas dengan etanol 96% beberapa kali dan tiup keluar sisa cairan dan keringkan
- Lakukan teknik yang sama untuk membersihkan pipet lekosit setelah saudara memakainya.

1 komentar: