Senin, 18 Juli 2011

Pemeriksaan Analisis Semen Dasar & Lanjutan

Analisis semen pada kasus infertilitas pria tidak hanya untuk diagnosis tetapi juga berguna bagi terapi dan prognosis.

Analisis semen memberikan informasi :
1. Produksi sperma oleh testis
2. Sumbatan dan fungsi saluran reproduksi pria
3. Aktivitas kelenjar aksesori
4. Kapabilitas Ejakulasi

Sehingga pemeriksaan semen dilakukan untuk :
- Diagnosis kemandulan pria
- Diagnosis infertilitas pria
- Prognosis kesuburan pria
- Mengidentifikasi penanganan yang akan dilakukan :
a. Medikamentosa
b. Pembedahan
c. Teknologi reproduksi berbantu (IUI,IVF,ICSI)
- Keperluan forensik
- Efektivitas vasektomi (KB Pria mantap)


















Pemeriksaan semen dilakukan untuk mengevaluasi spermatogenesis  dan  spermiogenesis.

Sabtu, 02 Juli 2011

Interpretasi Spermiogram

      Interpretasi spermiogram sampai saat ini adalah berdasarkan pada 3 parameter pokok, yakni :
1. Jumlah spermatozoa/ml
2. Persentase spermatozoa motil
3. Persentase spermatozoa berbentuk normal

     Dengan perkataan lain, penilaian dititik beratkan pada spermatozoa. Walaupun demikian, parameter-parameter sperma yang lain tidak selalu dapat kita abaikan nilainya. Misalnya sperma yang tidak mengandung spermatozoa dengan volume kecil dan pH asam, memberikan dugaan suatu kelainan kongenital tertentu dari sistem reproduksi pria.


Pemeriksaan Makroskopis Analisis Semen

a. Koagulum (gumpalan) diperiksa secara visual biasa. Koagulum tidak akan tampak bila proses likwifaksi (“pencairan”) telah berjalan sempurna.
b. Bau semen diperiksa dengan indra olfaktorik. Bau semen adalah spesifik/khas, menyerupai bau larutan encer hipokhlorit.
c. Tuangkan seluruh sampel kedalam gelas ukur berkalibrasi, catat tinggi meniskus dengan ketentuan 0,1 ml
d. Warna/kekeruhan diperiksa secara visual biasa dengan bantuan latar belakang putih dan hitam. Normal akan tampak agak keruh-keabuan.
e. Dengan batang gelas, aduk merata sampel tersebut dan teteskan pada kertas pH seluas 1 x 1 (cm2). Tentukan pH-nya dengan kertas warna pembanding.
f. Viskositas
- Sampel yang telah homogen dihisap dengan pipet khusus (metode Eliasson) sampai angka 0,1
- Tutup ujung atas pipet dengan jari dengan posisi vertikal dari tersebut dilepas serentak stop-watch dihidupkan
- Pada tetesan pertama stop-watch dihentikan
- Catat waktu yang dibutuhkan untuk penetesan tersebut.

Bersihkan pipet yg selesai dipakai dengan cara sebagai berikut :
- Hisap asam asetat encer sampai pipet penuh
- Bilas berulang-ulang dengan aquadest (hisap-tiup)
- Selanjutnya bilas dengan etanol 96% beberapa kali dan tiup keluar sisa cairan dan keringkan
- Lakukan teknik yang sama untuk membersihkan pipet lekosit setelah saudara memakainya.

Kamis, 30 Juni 2011

Uji Fragmentasi DNA

Uji Fragmentasi DNA dilakukan untuk menilai integritas nukleus DNA spermatozoa dan kemampuan spermatozoa untuk membuahi sel telur.
Semakin banyak spermatozoa yang tidak terjadi fragmentasi (non-fragmented DNA) berarti semakin tinggi kemampuan untuk membuahi sel telur.



Rabu, 12 Januari 2011

Kualitas Kontrol Lab. Andrology

(http://www.andrologi.net)


In order to make results from semen analysis useful for the clinical investigation of the man there are some basic demands on the quality that must be met.




















Robust methods
Analyses should be simple and possible to repeat. This means that procedures for under the analysis should be as few as possible, easy to learn and repeat without changes. Furthermore, the procedures must contain steps that allow early discovery of random and systematic errors.

Duplicate assessments
Especially at the determination of concentration and motility it is important to do assessments in duplicate and to compare the two results since random error easily can influence the assessments. If the two counts do not agree, it is likely that at least one of the assessments is wrong, and two new assessments should be done.

Comparisons within the laboratory
To know that the results of the laboratory do not vary between the members of staff or between different points of time, it is essential that all individuals performing analytical work regularly participate in internal quality control (IQC).

Comparisons with the rest of the world
The aim with standardized method is that results from different laboratories should be possible to compare. This can facilitate for patients moving to another clinic. However, it is even more important for the clinic and laboratory: to be able to transfer results from published studies into their own clinical practice it is a basic requirement that the procedures used (methods, equipment, staff training) in the laboratory are equivalent to those employed as in the centre publishing a scientific report.



Minggu, 05 Desember 2010

65 persen Sulit Punya Anak Disebabkan Sperma Bermasalah

Jika bertahun-tahun belum dikaruniai anak, paradigma yang berkembang di masyarakat adalah kaum istri yang dipersalahkan atau sering juga dibilang mandul. Padahal belum tentu disebabkan oleh sang istri. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan menyebutkan sekitar 35 – 40 persen masalah sulit punya anak disebabkan masalah sperma suami yang kualitasnya tidak baik. Hasil penelitian dari laboratorium Andrologi dari Morula IVF Jakarta baru-baru ini mendapatkan angka yang lebih besar lagi. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan sebesar 65 persen masalah kesulitan anak di Indonesia disebabkan oleh permasalahan sperma suami.

Umumnya masalah sperma yang dialamai adalah berkaitan dengan kualitas sperma yang tidak baik. Untuk mengetahui kualitas sperma, sebaiknya seorang pria melakukan analisa sperma yang sesuai dengan standar yang ditetapkan WHO . Berikut adalah faktor penting berdasarkan kriteria WHO mengenai kualitas sperma itu baik atau tidak:

1. Konsentrasi atau jumlah dari sperma. Minimal jumlah sperma yang baik adalah 20 juta per cc.
2. Motilitas atau pergerakan sperma. Mortalitas sperma yang baik adalah minimal 50 persen pergerakan sperma, baik itu pergerakan cepat maupun pergerakan biasa.
3. Morfologi atau bentuk dari sperma. Sperma yang baik adalah sperma yang bentuknya minimal normal 30 persen.

Ada beberapa faktor mengapa sperma pria tidak bagus kualitasnya, antara lain:

1. Lingkungan hidup pria yang tidak baik menyebabkan kualitas sperma seorang pria menjadi tidak baik. Hal ini menarik kalau dilihat dari kualitas hidup pria yang berada di kota besar seperti Jakarta. Dapat kita ambil contoh seperti merokok, polusi, kurang olah raga dan gaya konsumsi pangan yang tidak sehat
2. Perkembangan testis yang tidak baik, sangat berpengaruh pada jumlah sperma yang dihasilkan akan semakin sedikit.
3. Penggunaan celana dalam yang terlalu ketat dapat menyebabkan jumlah sperma yang dihasilkan testis menjadi berkurang, bahkan penggunaan celana dalam yang ketat juga dapat mengganggu pergerakan sperma, akibatnya kualitas spermanya menjadi tidak baik.
4. Panas yang berlebihan di daerah kemaluan
5. Terjadinya varikokel atau pembesaran pembuluh darah di daerah testis, yang meningkatkan temperatur skrotum dan akibatnya jumlah sperma yang dihasilkan berkurang.
6. Faktor Genetik, dimana dari awal testis pria tersebut memang tidak bisa memproduksi sperma dengan baik.

Selain beberapa faktor di atas, gaya hidup juga sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma seorang pria. Adapun beberapa factor yang menyebabkan buruknya kualitas sperma seseorang adalah kebiasan merokok, minum minuman beralkohol, gaya hidup bebas yang menyebabkan meningkatnya potensi infeksi. Kebiasaan memakan makanan yang banyak mengandung kolesterol tinggi dan lemak, makan tidak teratur, dan sering tidak teratur tidur. Karena itu, untuk memperbaiki kualitas sperma, kaum pria disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat.

Dunia kedokteran memiliki beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sperma bermasalah ini. Adalah pengobatan assisted reproductive technology atau suatu pengobatan untuk permasalahan reproduksi yang dibantu untuk mengatasi permasalahan pada sperma. Tersedia tiga pilihan untuk sperma yang bermasalah ini. Pilihanya adalah dengan pengobatan medikamentosa, inseminasi buatan dan bayi tabung.

Tips Cepat Punya Anak
1. Hidup sesehat mungkin, menerapkan gaya hidup sehat merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan pasangan yang ingin cepat punya anak.
2. Berhenti merokok, merokok dapat menyebabkan kualitas sperma menjadi berkurang.
3. Makan makanan yang sehat
4. Cukup istirahat dan cukup tidur
5. Cukup berolahraga.

Sumber : http://morulaivf.blogspot.com/2008/12/65-persen-sulit-punya-anak-disebabkan.html

Jumat, 03 Desember 2010

Semen

Spermatozoa diproduksi dalam testis, ketika bercampur dengan cairan kelenjar sex aksesori, menjadi semen (biasanya dikenal juga sebagai ejakulat).
Mekanisme neurofisik yang menginduksi emisi dan ekspulsi adalah orgasme. Orgasme pada manusia tergantung pada mekanisme feedback antara stimulasi langsung penis dan eksitasi sistem saraf pusat. Sekali orgasme terjadi, emisi dan ekspulsi seharusnya secara otomatis terjadi.
Semen manusia mempunyai volume yang bervariasi antara satu individu dengan individual lain tetapi berukuran antara 2 sampai 6 ml. Dapat dipakai untuk mengetahui perubahan yang terjadi di cairan seminal dalam menentukan letak lesi penyebab infertilitas. Sangat penting untuk mengetahui asal ejakulat dan proporsi masing – masing komponen.
Sekresi yang membentuk ejakulat :
- Testis 5 %
- Vesika seminalis 46 – 80 %
- Prostat 13 – 33 %
- Kelenjar bulbourethra dan urethra 2 – 5 %



Infertilitas Pria

anton.smc@gmail.com
anton.smc@klinikandrologi.com

Secara tradisional, wanita adalah pihak yang memikul tanggungjawab atas kegagalan kehamilan berdasar logika semu bahwa “karena ia tidak hamil, maka pasti dia lah penyebab ketidakhamilan itu.” Pada kenyataannya, kapasitas reproduksi pria telah dibuktikan menurun pada tidak kurang dari 50% pasangan infertil. Ini merupakan evaluasi penelitian sebagaimana yang dirujuk pada penderita umum.








Evaluasi pihak pria harus dilakukan pada setiap pasangan yang datang berkonsultasi untuk infertilitas, dan harus dilakukan pada awal pemeriksaan pasangan. Pemeriksaan pada pria :
- lebih mudah (simple),
- lebih murah (affordable),
- tidak menimbulkan rasa sakit (non invasif),
- segera menghasilkan kategori diagnostik.

Beberapa diagnosis penyebab dapat timbul bersamaan. Kategorisasi diagnostik lebih bertujuan ke arah strategi pengobatan daripada perincian subklasifikasi akademik tanpa dampak langsung ke penatalaksanaan klinis.


Atlas of Human Sperm Morphology Evaluation, 2004