Jumat, 03 Desember 2010

Persiapan Pemeriksaan Analisa Sperma

Kepada pria yang hendak memeriksakan spermanya, hendaknya dokter atau petugas laboratorium menjelaskan hal-hal seperti berikut :
1. Keadaan pria hari pemeriksaan hendaknya cukup sehat, tidak dalam keadaan letih atau lapar dan cukup beristiraahat.
2. Sperma dikeluarkan setelah didahului oleh abstinensia seksual (tidak ejakulasi dengan cara apapun) selama 3 - 4 hari (rekomendasi WHO abstinensia 2 sampai 7 hari).
3. Sperma dikeluarkan secara mastrurbasi di Laboratorium, dan harus di tampung secara utuh.

Dalam keadaan dimana pria tidak dapat mengeluarkan sperma di laboratorium Andrologi, maka boleh yang bersangkutan mengeluarkan di tempat lain, misalnya di rumah dengan memperhatikan hal-hal berikut :
1. Masturbasi tidak diperkenankan memakai bahan pelicin seperti sabun, minyak dan lain-lainnya.












2. Wadah penampung harus terbuat dari gelas yang sudah dicuci bersih dan dibilas berulang-ulang untuk menghilangkan sisa sabun/ditergen yang di pakai. Botol sebaiknya bermulut lebar, mempunyai volume 20-50 ml.
Tidak diperkenankan menampung sperma kedalam kondom berbahan latex yang dijual bebas (kecuali dengan menggunakan kondom yang diproduksi khusus untuk penampungan sperma / condom sperm friendly). Gelas penampung ditutup cukup dengan kertas biasa (atau menggunakan wadah penampung khusus sperma / andrology pack #1 (sterile semen container).











3. Sperma yang sudah tertampung segera dalam waktu setengah jam sudah di serahkan kepada petugas Laboratorium. Dalam perjalanan menuju Laboratorium suhu sperma dipertahankan sekitar 25-35oC, misalnya dalam kantong pakaian yang dikenakan.

Untuk pemeriksaan bakteriologis/perbenihan, maka terdapat suatu prosedur yang lebih khusus. Hal ini tidak akan dibahas disini.

1 komentar: