Jumat, 03 Desember 2010

Semen

Spermatozoa diproduksi dalam testis, ketika bercampur dengan cairan kelenjar sex aksesori, menjadi semen (biasanya dikenal juga sebagai ejakulat).
Mekanisme neurofisik yang menginduksi emisi dan ekspulsi adalah orgasme. Orgasme pada manusia tergantung pada mekanisme feedback antara stimulasi langsung penis dan eksitasi sistem saraf pusat. Sekali orgasme terjadi, emisi dan ekspulsi seharusnya secara otomatis terjadi.
Semen manusia mempunyai volume yang bervariasi antara satu individu dengan individual lain tetapi berukuran antara 2 sampai 6 ml. Dapat dipakai untuk mengetahui perubahan yang terjadi di cairan seminal dalam menentukan letak lesi penyebab infertilitas. Sangat penting untuk mengetahui asal ejakulat dan proporsi masing – masing komponen.
Sekresi yang membentuk ejakulat :
- Testis 5 %
- Vesika seminalis 46 – 80 %
- Prostat 13 – 33 %
- Kelenjar bulbourethra dan urethra 2 – 5 %



1 komentar: